Baru saja mengajukan KPR atau kredit kendaraan, tapi tiba-tiba ditolak tanpa alasan yang jelas? Bisa jadi penyebabnya ada di riwayat kredit yang tidak pernah dicek sebelumnya. Bagi keluarga muda yang baru mulai membangun kehidupan finansial bersama, riwayat kredit sering menjadi hal yang luput dari perhatian, padahal perannya cukup besar dalam menentukan kelancaran berbagai keputusan keuangan penting ke depannya.
Riwayat kredit ini di Indonesia dulu dikenal dengan istilah BI Checking, dan kini dikelola sepenuhnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Yuk, kenali kenapa mengecek riwayat kredit ini penting, dan bagaimana cara melakukannya.
Baca juga: Cara Mengaktifkan Kembali BPJS yang Menunggak: Syarat dan Ketentuan yang Perlu Anda Lakukan
Apa Itu Riwayat Kredit dan SLIK OJK?
SLIK OJK adalah sistem informasi yang mencatat riwayat pembayaran seluruh fasilitas kredit yang dimiliki masyarakat, mulai dari KPR, kredit kendaraan, kartu kredit, kredit tanpa agunan, hingga layanan paylater di platform digital. Setiap kali seseorang mengajukan pinjaman ke bank, leasing, atau fintech, lembaga tersebut akan mengecek data di SLIK OJK terlebih dahulu sebagai bahan pertimbangan.
Status kredit dalam SLIK OJK dikategorikan ke dalam lima tingkat kolektibilitas, mulai dari Kol 1 (lancar, pembayaran tepat waktu) hingga Kol 5 (macet, tunggakan sangat lama). Semakin tinggi angkanya, semakin besar pula risiko pengajuan kredit baru ditolak oleh lembaga keuangan.
Kenapa Penting bagi Keluarga Muda?
Berikut ini beberapa alasan kenapa riwayat kredit menjadi penting untuk keluarga muda.
1. Menjadi Penentu Kelayakan Pengajuan KPR dan Kredit Kendaraan
Bagi keluarga muda yang berencana membeli rumah atau kendaraan secara kredit, riwayat kredit yang bersih menjadi salah satu syarat utama yang dinilai bank. Riwayat kredit yang buruk, meski nilainya kecil seperti tunggakan cicilan lama, bisa membuat pengajuan besar seperti KPR langsung ditolak.
2. Membantu Mendeteksi Kesalahan Data Sejak Dini
Kadang, catatan di SLIK OJK bisa keliru, misalnya mencatat tunggakan yang sebenarnya sudah lunas. Dengan mengecek secara rutin, keluarga bisa segera mengetahui dan mengajukan klarifikasi sebelum kesalahan tersebut menghambat pengajuan kredit di kemudian hari.
3. Mendorong Kesadaran akan Reputasi Finansial
Mengetahui bahwa setiap keterlambatan pembayaran cicilan tercatat dalam sistem nasional bisa mendorong pasangan muda untuk lebih disiplin membayar kewajiban tepat waktu, karena dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tapi juga bisa memengaruhi akses kredit di masa depan.
4. Menjadi Bahan Evaluasi Sebelum Mengambil Cicilan Baru
Sebelum menambah cicilan baru, mengecek riwayat kredit membantu keluarga menilai kembali kondisi keuangan secara objektif, apakah kapasitas mencicil masih sehat, atau justru sudah terlalu banyak kewajiban yang berjalan bersamaan.
Baca juga: 7 Cara Ampuh Menghindari Pinjaman Online Ilegal, dan Tips Lepas dari Jebakan
Cara Mengecek Riwayat Kredit Secara Online
- Kunjungi laman resmi iDebku OJK.
- Pilih menu "Pendaftaran" dan lengkapi data diri sesuai dokumen yang diminta.
- Unggah dokumen pendukung seperti KTP sesuai kategori permohonan.
- Tunggu proses verifikasi, biasanya akan menerima nomor registrasi melalui email.
- Setelah proses selesai, hasil laporan riwayat kredit akan dikirimkan ke email yang terdaftar.
Proses ini sepenuhnya gratis dan bisa dilakukan mandiri tanpa perlu datang ke kantor OJK, sehingga sangat praktis untuk dicek secara berkala, terutama sebelum mengajukan cicilan atau pinjaman baru.

Kaitan Riwayat Kredit dengan Literasi Keuangan
Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Economic Literature menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan seseorang berkaitan erat dengan kualitas keputusan finansial yang diambil, termasuk dalam hal pengelolaan utang dan disiplin pembayaran cicilan. Semakin baik pemahaman seseorang tentang cara kerja sistem kredit, semakin besar pula kemungkinan mereka menghindari kesalahan yang berdampak pada riwayat kreditnya.
Studi lain yang diterbitkan di Review of Financial Studies turut menemukan bahwa edukasi keuangan sejak usia muda berhubungan dengan perilaku utang yang lebih sehat di kemudian hari, termasuk skor kredit yang lebih baik dan tingkat tunggakan yang lebih rendah. Temuan ini memperkuat pentingnya keluarga muda memahami cara kerja riwayat kredit sejak dini, bukan baru mencari tahu setelah pengajuan pinjaman ditolak.
Penutup
Mengecek riwayat kredit bukan sekadar formalitas sebelum mengajukan pinjaman, melainkan langkah preventif yang bisa menyelamatkan keluarga muda dari penolakan kredit di masa depan. Dengan rutin memantau status SLIK OJK, mendeteksi kesalahan data sejak dini, serta menjaga disiplin pembayaran cicilan, keluarga muda bisa membangun reputasi finansial yang lebih sehat untuk mendukung rencana besar seperti membeli rumah atau kendaraan.
Jika masih memiliki pertanyaan tekait informasi keuangan, jangan ragu berkonsultasi dengan ahlinya melalui fitur Tanya Ahli dan untuk mendapatkan saran yang tepat. Dengan mendaftar di daya.id, seluruh informasi terkait keuangan dapat diakses dengan gratis dan mudah. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kunjungi dan daftarkan diri Anda di daya.id sekarang juga!
Sumber:
Berbagai sumber
Berikan Pendapat Anda